1.127 Kata Soal Identitas Kesukuan dan Kerinduan

Hal pertama yang kusadari saat memulai sebulan kehidupan di Jakarta adalah: air kerannya yang berkaporit. Air ini mengingatkanku dengan air di Batam. Yang apabila menyentuh kulitmu, kau mungkin akan mengalami kulit terkelupas berhari-hari lantaran belum terbiasa. Aku harus mengoleskan pelembab yang terasa sangat lengket di sekujur kaki dan tanganku demi menyamarkan kulit mengering dan terkelupas itu. Continue reading

Advertisements

Menjadi Wanita yang (tidak terlalu) Diinginkan

Wanita yang diinginkan itu seperti apa?

Oh Iim, do you really want to know?

Ya, semua berawal ketika salah satu teman dekatku melontarkan sebuah pertanyaan yang—menurutku—teramat sangat luar biasa karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku berpikir mengenai status jomblo yang telah kusandang selama lima tahun. Lima. Seperti rukun Islam.

Kembali ke pertanyaan temanku tersebut. Dalam sebah sesi chatting-an karena liburan kami sangat gabut, dia bertanya, “have you ever wondered how much you are wanted (by men)?” Continue reading

Magelang: Sebuah Catatan Liburan

Aku mencoba mengingat-ingat kapan tepatnya terakhir kali aku menikmati liburan. Ya, menikmati liburan, liburan yang dinikmati, bukan sekedar lari dari rutinitas untuk kebahagiaan sesaat. Yang kumaksud di sini adalah liburan yang membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Kapan tepatnya? Dan jawaban yang kudapati adalah aku lupa. Well, kuantitas rambut rontokku yang meningkat dalam waktu enam bulan belakangan adalah pengingat bahwa aku memang butuh liburan, aku perlu membahagiakan diri, merestorasi pikiran dan tenaga yang terkuras untuk berbagai aktivitas selama satu semester ini. Jadi, ketika temanku Visca, mengundangku dan teman-teman lainnya untuk main ke Muntilan, aku tak sungkan menerima. Karena ya, kami para mahasiswa semester 3 yang haus akan kealfaan tugas ini begitu mendamba liburan. Ha!

Continue reading

"Apa Alasan Kamu Kuliah?"

Getty Images

Aku tidak pernah benar-benar yakin dengan alasanku menuntut ilmu hingga pada suatu hari di kelas Teori Hubungan Internasional, asisten dosen yang saat itu tengah mengampu menanyakan kami para mahasiswa tentang tujuan dan alasan kami berkuliah. Saat itu kami memasuki materi marxisme yang menjelaskan bahwa hubungan antarnegara didasari oleh kepentingan ekonomi dan bahwa negara berkembang serta terbelakang akan selalu menjadi antek negara maju. Hal demikian, kurang lebih terjadi pada kami para mahasiswa yang menurut keyakinan masyarakat, tengah belajar. Continue reading

Dealing With Lost Memories

I’ve been recently thinking about thing I am not supposed to ask. No, not because I am not allowed to but because I can’t find the answer and suddenly lost my capability of describing. Like, “What is your earliest memory?” When I think back as far as possible, I come to realize that my memories have grown increasingly dim and I start to forget several of things.

Continue reading